|
ADAPTASIKU
Keluarga, dimulai dari situlah kita beradaptasi. Karena
menurut saya, adaptasi adalah cara makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan
lingkungan sekitarnya agar bisa bertahan hidup. Jadi benar kalau beradaptasi
dimulai dari keluarga, seperti saya contohnya yang dibesarkandi keluarga yang
sederhana, maka saya tidak boleh menghambur-hamburkan uang hanya untuk
keperluan pribadi saya.
Adaptasi seperti pengertian diatas
adalah menyesuaikan diri, jadi menyesuaikan diri itu berlangsung sejak TK
hingga saat ini, tak hanya di lingkungan sekolah, namun dimana saja juga bisa.
Saat TK memang saya kurang bisa
menyesuaikan diri, tapi meskipun begitu saya masih bisa punya banyak teman yang
akrab hingga sekarang. Nostalgia dengan 14 tahun yang lalu yaitu saat TK, hari
pertama saya dan teman-teman memperkenalkan diri masing-masing. Meskipun masih
malu-malu setidaknya mempunyai keberanian.
Dilanjut dengan jenjang yang
selanjutnya yaitu masa SD, SD pun hampir sama dengan TK, di hari pertama pasti
memperkenalkan diri masing-masing. Teringat pada salah satu teman saya, namanya
Wahyu. Saat maju ke depan untuk memperkenalkan diri, Wahyu menangis karena dia
tidak mau maju, akhirnya oleh guruku diperbolehkan untuk tidak mau maju ke
depan, tapi disuruh dengan duduk saja, tapi dia tetap tidak mau, akhirnya
dibujuk oleh guruku untuk maju ke depan memperkenalkan dirinya dan akhirnya dia
mau, tapi ternyata saat ingin bicara memperkenalkan diri dia malah berkata
“saya ingin buang air kecil bu”, tak lama kemudian air kencing membasahi
celananya.
Masa-masa SD selama 6 tahun pun
berlalu, saya melanjutkan ke jenjang SMP. Di masa SMP ini, cara beradaptasiku
sangat berbeda dengan masa TK dan SD. Kalau di SMP, kita harus berkenalan
dengan teman sendiri-sendiri saat MOS berlangsung. Saat MOS pun, saya
memberanikan diri untuk berkenalan dengan teman-teman yang belum saya kenal. Memang
terkadang rasa malu untuk mengenal banyak teman itu ada, tapi saya terus
melawan rasa malu itu hingga akhirnya saya memiliki banyak teman di masa-masa
SMP, apalagi di masa SMP itu saya sudah mempunyai seorang sahabat yang sangat
mengerti saya, awalnya kita tidak saling kenal tapi ternyata kami ditakdirkan
menjadi sahabat suka maupun duka yang hingga saat ini kami masih sering sekali
berkomunikasi.
Masa-masa SMP juga berlalu begitu
cepat, akhirnya tiba masa SMA. Di masa SMA ini, pencarian jati diri siswa
dimulai. Maka dari itu, adaptasi di masa-masa SMA akan berpengaruh pada
karakter kita nanti. Di masa-masa SMA juga, kita harus pandai-pandai memilih
teman agar tidak terjerumus kedalam hal-hal yang negatif.
Saat LOS pun saya juga langsung
akrab dengan sebelah bangkuku, meskipun akhirnya kita berbeda kelas tapi kita
sering sekali komunikasi, padahal kami lawan jenis. Saya juga besyukur, karena
di masa SMA ini saya menemukan banyak teman yang bisa mengarahkanku pada
hal-hal yang positif, terutama teman sekelas, kelasku memang saat SMA terkenal
sangat kompak, hingga kami para perempuan yang ikut SKI pernah mendapat gelar
juara 1 karena kekompakan kami.
Masa-masa SMA tak disangka sudah
berlalu, saya sekarang bukan siswa lagi, tapi berganti menjadi mahasiswa. Saat saya
ditakdirkan menjadi mahasiswa teknik kimia UISI, kami sudah pernah mengadakan
meet up, dan jujur saya agak malu ketika berhadapan dengan mereka, tapi lama
kelamaan saya kenal satu persatu dari mereka, meskipun lupa-lupa ingat
setidaknya berusaha menghafal teman seperjuangan.
0 komentar:
Posting Komentar