Kepercayaan Diri
Karya: maulidy Albar
Kelompok: pinang merah
Apakah kita
pernah marah? Hilang kendali? Grogi? Gugup? Yang dating tiba – tiba ketika
dalam melaksanakan presentasi ataupun merasakan ketidak mampuan dalam hal –hal
tertentu? Itulah yang disebut dengan krisis percaya diri. Yaitu dimana dating
waktu saat kondisi mental dan psikologi seseorang sedang dalam posisi paling
rendah, dan ketika orang itu sedang tidak percaya diri, dia akan cenderung
menjadi pendiam, dan lebih menutup diri sendiri dari aktivitas masyarakat
sosial. Dan ketika seseorang tidak percaya dengan dirinya sendiri, dia kana
sering melakukan kegagalan dalam menyelesaikan tugas – tugasnya, tak mampu
bertatap muka dengan banyak orang, berbicara terbatah- batah ( tidak lancar )
dan memiliki sikap tubuh yang cenderung membungkuk. Sebuah pertanyaan akhirnya
terlontarkan: apakah bisa kita menumbuhkan sifat percaya diri? BISA. Bagaimana
cara melakukannya? BANYAK CARA. Apakah sulit melakukannya? TIDAK. Baik, akan
saya jelaskan, setiap orang memiliki kemampuan dalam diri sendiri mereka untuk
selalu melakukan perbuatan positif. Namun, bagaimana cara melakukan hal itu? Pertama,
upaya dalam membangun kembali kepercayaan diri yang hilang adalah
KEINGINAN. Ya … keinginan. Keinginan dimana
seseorang tersebut harus merubah sikap dan sifatnegatif tersebut dengan energy
positif untuk bekal dikemudian esok hari. Setelah keinginan itu harus selalu
ada dalam benak kita, maka kita akan selalu berusaha untuk tetap percaya diri.
Kemudian, point yang kedua adalah berlatih BERBICARA. Kenapa berbicara?
Karna berbicara adalah salah satu hal yang paling penting dalam kali ini? Coba
kita tengok sejarah negara kita, sang proklamator, Bung Karno. Beliau semasa
kecilnya berguru pada seseorang yang berilmu di Surabaya, yakni Hadji Oemar
Said Cokroaminoto. Belaiu adalah pendiri partai serikat islam di Indonesia.
Kemudian, setiap harinya rumah H.O.S Cokroaminoto ramai didatangi oleh para
pejuang birokrasi berdisku sepanjang hari. Hal inilah yang kemudian
dimanfaatkan oleh soekarno kecil untuk selalu mengintip ke ruang tengah dimana
digunakan H.O.S. Cokroaminoto untuk menyakinkan masyarakat tentang cara
berpidatonya. Soekarno kecil selalu latihan berpidato didalam kamarnya, mencoba
memberikan pengaruh atau doktrin positif kepada orang lain untuk bersama - sama berjuang merebut 1 kata yang telah
dirampas oleh bangsa lain, yakni MERDEKA. Beliau juga tidak hanya berlatih
pidato , beliau juga berlatih menatap mata, sehingga sampai saat ini tidak ada
yang se kharismatik seperti beliau, Ir. Soekarno. Kemudian, kita juga dapat
mengambil contoh pada diri Najwa Shihab. Ya, presenter sekaligus tuan rumah
mata Najwa, salah satu progam televise terbaik dari metro tv. Najwa Shihab juga
adalah salah satu anak dari seorang Mufassir al Qurandari Indonesia, Quraishi
Shihab. Pada masa kecilnya, kak Njwa lebih sering dan suka berteman dengan
tumpukan buku – buku daripada bersosialisasi dengan masyarakat sekitarnya. Namun
dari sang mama lah, yang selalu memberikan kesempatan untuk meiliki keberanian
dan kepercayaan. Bagaimana caranya? Sang mama lah yang berusaha mengikutkan kak
najwa dalam berbagai lomba. Seperti: lomba melukis dan lain – lain. Maka, dapat
disimpulkan bahwa, ada sebuah factor ''X'' dibalik cara menumbuhkan sikap
percaya diri. Apakah factor ''X'' itu? Jawabannya adalah Sang Inspirator, siapa
inspiratory tersebut? Setiap orang memiliki inspiratory sendiri – sendiri,
namun yang parti, inspiratory tersebutlah yang memberikan harapan, asa, dan
sebuah keinginan untuk menjadika seseorang lebih baik dari hari sebelumnya.
Maka, dari itu, kepercayaan diri adalah salah satu ciri seorang pemimpin, salah
satu ciri orang sukses, salah satu ciri orang yang mampu memberikan warna lain
pada dunia ini. sekian
0 komentar:
Posting Komentar